Sabtu, 07 Oktober 2017

Mengenal sistem CBT agar siap saat Ujian!

Oktober 07, 2017 27 Comments



Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia dijalankan secara otomatis dan praktis. Tidak lagi menggunakan tenaga kerja manusia dengan cara manual, melainkan dengan mesin, robot, atau komputer. Hampir seluruh bidang mulai bergerak menggunakan teknologi modern.

Contohnya banyak, misalnya di bidang transportasi ada ojek online yang kini tengah digandrungi masyarakat Indonesia. Kita tidak perlu repot jalan kaki ke jalan raya untuk mendapat ojek, sekarang kita bisa memesan lewat gadget kita masing-masing dan tinggal menuggu dijemput abang gojek deh.
Nah di bidang pendidikan, Indonesia juga telah mengikuti perkembangan yang serba canggih ini. Kalau jaman dulu siswa mengerjakan ujian secara manual, yaitu mengerjakan ujian menggunakan kertas dan pensil, kini telah bertransisi ke sistem tes komputerisasi CBT (Computer Based Test).

CBT mulai digunakan pada Ujian Nasional tahun 2015 lalu, dan terus diterapkan hingga sekarang. Walaupun masih banyak pro dan kontra terhadap sistem ini. Di Indonesia Ujian Nasional dengan CBT ini biasa disebut dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ujian berbasis komputer ini terbilang baru bagi setiap siswa. Soalnya siswa terbiasa melakukan ujian dengan sistem paper based test. Mereka sudah terbiasa membulatkan jawaban pada kunci jawaban komputer dengan pensil 2B. Beberapa dari siswa ada yang semangat menggunakan sistem ini, beberapa juga ada yang kecewa. Para siswa pun mulai mencari info sana sini tentang CBT.

“Apa itu CBT?”

Mari kita bahas pelan-pelan.

CBT UN atau resminya disebut sebagai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.  Sistem ini hadir dengan beberapa latar belakang, di antaranya untuk meminimalisasi kecurangan atau kebocoran soal yang kerap terjadi saat UN dan mengurangi biaya pelaksanaan UN dengan meniadakan distribusi soal dan lembar jawaban kertas.

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UN CBT pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Menjelang pelaksanaan UN, sekolah juga biasanya akan menggelar beberapa kali try out UN CBT untuk membiasakan siswa dengan sistem ini.

“Tujuan dari sistem CBT itu apa?”

Pelaksanaan UN berbasis CBT ini diharapkan dapat memenuhi tujuan berikut ini, yaitu;
1.  Meningkatkan mutu, fleksibilitas dan kehandalan ujian nasional,
2.  Memperlancar proses pengadaan ujian nasional,
3. Mempercepat perolehan hasil ujian nasional secara detail pada siswa, orang tua dan sekolah,
4. Demi mengurangi tingkat kecurangan yang selama ini muncul dalam UN berbasis kertas (Paper Based Test). Di saat yang sama, UN CBT juga meningkatkan Indeks Integritas UN 2015 sekolah di seluruh Indonesia.

“Kapan awal pelaksanaan CBT di Indonesia?”

CBT (Computer Based Test) pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 saat penyelenggaraan UN (Ujian Nasional) atau dikenal juga sebagai UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.

Pada tahun 2014 tidak semua sekolah di Indonesia menggunakan CBT hanya beberapa sekolah saja, dikarenakan tahun 2014 merupakan petama kali diadakan CBT sehingga tidak semua sekolah  siap untuk melaksankan CBT dan tidak mempunyai fasilitas yang memadai.

Akan tetapi pada tahun berikutnya yaitu tahun 2016 terjadi peningkatan yang cukup tajam dalam jumlah penyelenggaraan UN menggunakan CBT terutama untuk SMA/MA SMK di Indonesia.

Selain itu di tahun 2016 bukan hanya pelaksanaan UN yang menggunakan CBT tetapi sebagian pelaksanaan SBMPT juga sudah mulai menggunakan CBT. Pada tahun ini yaitu tahun 2017, beberapa SMP di Indonesia juga telah menggunakan CBT.

“Seperti apa mekanisme Pelaksanaan CBT?”

Nah ini yang paling penting.

Gak sedikit yang mengira kalo pelaksanaan CBT ini dilakukan secara online dan real-time. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari segi teknis, seperti gimana kalau tiba-tiba mati lampu, atau sinyal internet yang tiba-tiba hilang atau mengalami gangguan?



Pada kenyataannya, penyelenggaraan UN CBT saat ini menggunakan sistem semi-online. Maksudnya gimana tuh? Jadi, awalnya soal akan dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal di sekolah-sekolah. Kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah). Setelah semua jawaban siswa terkumpul di server lokal, barulah nanti dikirimkan ke server pusat secara online (upload). Jadi jangan takut internet mati, karena koneksi ke server sekolah tersambung offline.

Selain itu, pemilihan sekolah yang akan ikut UN CBT mempertimbangkan kesiapan infrastruktur sekolahnya. Biasanya pihak sekolah sudah menyiapkan UPS untuk mengantisipasi mati lampu.

Tampilan UN CBT

Saat UN CBT, siswa akan diberi ID dan password masing-masing. Setelah login ke aplikasi CBT, siswa akan diminta memasukkan token seperti password, misalnya WYZA4T. Token ini akan diberitahu oleh proktor di ruangan masing-masing saat ujian akan berlangsung. Setelah memasukkan token, klik "Mulai" dan soal akan muncul. Berikut beberapa contoh tampilannya.





Timer

Pada bagian atas halaman tes, peserta dapat melihat waktu sisa dari ujian yang sedang kalian kerjakan.

Navigasi Soal

Pada sidebar kanan, ada tombol nomor yang merepresentasikan nomor soal. Peserta tes bisa pindah ke soal-soal yang lain. Jadi untuk mengerjakan soal ga harus sesuai urutan. Tinggal klik aja tombol nomornya. Saat kalian sedang membuka satu soal, tombol nomor soal yang sedang kalian buka itu akan berwarna biru muda. Ini akan memudahkan kalian untuk mengetahui kalian sedang mengerjakan soal nomor berapa.

Menjawab Soal

Untuk menjawab soal, peserta tes dapat menggunakan mouse dengan mengklik tombol A-B-C-D-E yang terlihat pada gambar. Peserta juga dapat menjawab dengan menekan tombol keyboard A-B-C-D-E. Ketika peserta telah memilih satu jawaban, tombol nomor soal akan berubah warnanya menjadi abu-abu dan akan muncul indikator kecil jawaban di tombol nomor soal. Kalian bisa lihat pada gambar kedua, misalnya. Pada sisi kanan atas tombol nomor 1, ada tulisan C. Itu berarti si peserta telah menjawab soal nomor 1 dengan pilihan C. Walaupun demikian, kalian tetap bisa leluasa mengganti jawaban. Indikator akan berubah sesuai pilihan.

“Perangkat-perangkat apa saja yang digunakan saat CBT berlangsung?”

Tentu yang kita bahas sekarang mengenai Hardware (perangkat keras) dan Software (perangkat lunak)-nya.

a. Hardware dan Software
  • Komputer client dan server;
  • Server lokal dan pusat;
  • LAN (Local Area Network);
  • Akses Internet;
  • Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Windows Edge, Internet Explorer, dll.);
  • Sarana pendukung (Genset, UPS, PC client cadangan).


b. Spesifikasi

·      Server local
1)      Hardware server: Processor Xeon 64 bit, RAM minimal 4 GB, Networking LAN;
2)    Software server:  Windows server 2008 64 bit, Virtual Box 64.3.16, Port 80 di server dapat diakses oleh komputer peserta. (jika di komputer server ada Xamp, Xamp dinonaktifkan atau port Xamp diubah menjadi 8080).
·      Client (Komputer Peserta)
1)      Hardware: Processor dual core, RAM minimal 512 MB, Networking LAN;
2)      Software: Windows XP/7/8/10 terinstall CBAT XAMBRO.

“Manfaat yang kita dapat dengan sistem CBT?”

Beberapa manfaat yang diperoleh dengan UNBK antara lain:
1. Minimnya kemungkinan soal yang terlambat datang, tertukar dan ketidakjelasan hasil cetak   soal,
2. Proses pengumpulan dan penilaian jauh lebih mudah,
3. Hasil ujian nasional dapat diumumkan jauh lebih cepat,
4. UNBK mendorong terwujudnya efektifitas, efisiensi, dan transparansi penyelenggaraan UN.

“Kalau begitu perbedaan CBT dan PBT itu apa?”

Awal mulanya sebelum menggunakan CBT pelaksanaan UN maupun SBMPTN masih menggunakan kertas atau dikenal dengan PBT (Paper Based Test).

PBT (Paper Based Test) adalah ujian yang diselenggarakan dengan menggunakan komputer. Kareteristik dari jenis test ini hampir sama dengan tes tertulis atau PBT yaitu menggunakan perangkat test untuk beberapa peserta dengan waktu pengerjaan test yang sama hanya saja perbedaannya terletak pada teknik penyampain soal yang tidak lagi menggunaka kertas, baik untuk naskah test maupun untuk lembar jawabannya.

Penilaian dan pengkoreksian juga langsung dilakukan oleh komputer. Sehingga perbedaan antara CBT dan PBT hanya terletak pada alat yang digunakan saja dimana PBT (Paper Based Test) menggunakan kertas sedangkan CBT (Computer Based Test) menggunakan komputer.

“Apa Keuntungan dan Kerugian menggunakan sistem CBT?”

Keuntungan dari sistem CBT, yaitu :
·       Menghemat penggunaan kertas.
Dalam pelaksanaan CBT ini, tujuan yang utama adalah menghemat penggunaan kertas yang dinilai sangat boros dalam pelaksanaan Paper Based Test.
·      Menghemat biaya percetakan.
Selain menggunakan kertas yang banyak, PBT juga melibatkan banyak percetakan dengan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, CBT menghemat biaya percetakan karena semua soal ujian berbentuk soft copy bukan hard copy.
·      Menghemat waktu.
Dalam pelaksanaan PBT, peserta harus melengkapi data diri di dalam lembar jawaban komputer. Hal ini menyita waktu yang cukup banyak. Sedangkan dalam pelaksanaan CBT peserta dapat menghemat waktu karena peserta hanya perlu login dan data diri peserta akan terdeteksi.

Lalu kerugian menggunakan sistem CBT, yaitu :
·    Ketersediaan hardware
Di sekolah-sekolah di kota-kota besar, memiliki laboratorium komputer adalah hal yang wajib. Tetapi hal ini tidak berlaku di sekolah-sekolah terpencil yang ketersediaan komputer yang sangat terbatas. Hal ini memperhambat dalam pelaksanaan CBT.
·     Server yang lemah
Server yang lemah juga memperhambat pelaksanaan CBT. Jumlah client yang banyak namun server lemah dapat menyebabkan error dan pelaksanaan CBT terhambat dan menyita waktu yang banyak.
·     Penglihatan peserta lebih cepat lelah
Menatap layar komputer yang lama dapat menyebabkan penglihatan peserta lebih cepat lelah karena radiasi komputer.

Computer Based Test (CBT) terbukti mampu menjadi inovasi teknologi modern untuk membantu kegiatan manusia, khususnya dalam pembahasan ini di dunia pendidikan. Tidak sampai disitu, perkembangan teknologi bidang pendidikan akan masih berlanjut yang akan menghasilkan teknologi baru yang lebih canggih, efektif, dan efisien.


Source / Sumber :
https://www.zenius.net/blog/11038/cbt-pbt-ujian-sbmptn-un

Kelompok 1 (2KA01)  :
Ainindia Nurul R
Amanda Pusparini
Fakhriansyah Husaini
Ismail Saleh







Sabtu, 30 September 2017

Fenair : The Memory of Lost : Prolog

September 30, 2017 0 Comments
FENAIR
THE MEMORY OF LOST

by Ainindianra























We were different

From head to toe

But this is just only the beginning

Of everything



















coming soon


fenair@2017





























Cast


Jennie as Fera






Jisoo as Dara






Rose as Ainin






Lisa as Endah






Nash Grier as Ex






Cameron Dallas as Ken























Cerita ini dibuat pada tahun 2015 bulan April, dan telah diterbitkan di buku online Wattpad pada tahun yang sama. Kemudian telah diselesaikan pada tahun 2016 bulan Juni. Kali ini gue mencoba mem-post cerita yang sama di blogger tanpa mengubah alur ceritanya.


Dalam cerita sebelumnya, gue ngga menambahkan peran dalam cast, namun kali ini gue tambahin hanya sebagai memperjelas ceritanya aja.


Mohon perhatiannya dari seluruh pembaca agar meninggalkan komentar:))


Komentar sangat berarti bagi penulis. Terimakasih


hehe




Regards,








Selasa, 04 Juli 2017

Rokok, Bahaya? [source:Kamu Harus Tahu]

Juli 04, 2017 0 Comments

Rokok bukanlah barang langka di negeri ini. Dari mulai kalangan bawah sampai kalangan terpelajar telah menjadi pecandu rokok. Dan saking murahnya rokok di indonesia, seorang pelajar pun dapat membeli rokok hanya dengan uang jajannya



Lalu bagaimana awal mula rokok ditemukan? dan apa penyebab rokok di indonesia sangatlah murah?



Sudah sejak ribuan tahun yang lalu, daun tembakau atau nicotiana tabacum telah digunakan oleh manusia. Dahulu tembakau dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa pada penutupan acara sacral suku maya. Tembakau pertama kali dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi pada abad ke 16 di amerika utara. Seiring dengan penemuan dan penaklukan benua baru oleh bangsa eropa, tembakau pun mencapai daratan eropa dan akhirnya menyebar hingga ke seluruh dunia.







Pada abad ke 19, industri rokok mulai bertumbuh pesat di amerika serikat. Singkatnya, pada tahun 1980-an karena banyaknya himbauan akan bahaya rokok, pemerintah amerika serikat mulai mengambil tindakan untuk membatasi rokok. Dari mulai memberikan label peringatan pada bungkus rokok, hingga dilarangnya perusahaan rokok untuk beriklan di televise maupun radio. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan rokok mengalami kemunduran dan sulit untuk menjual produknya di amerika serikat. Dan dari sanalah produsen rokok mulai melirik untuk mengekspansi produknya ke Negara-negara berkembang termasuk Indonesia.







Pada tahun 2005 philip moris, perusahaan rokok terbesar di dunia berhasil mengakui sisi 98% saham produsen rokok terbesar di Indonesia yaitu SAMPOERNA.







Indonesia adalah pasar terbesar industry rokok kedua di asia setelah cina, dengan populasi lebih dari 255 juta jiwa sebanyak 54 juta orang dewasa dan 3 juta orang remaja Indonesia menjadi perokok aktif.







Menurut WHO, perokok usia remaja di Indonesia akan terus bertambah jumlahnya. Dikarenakan industri rokok di Indonesia memiliki target pasar anak muda untuk dijadikan sumber pendapatan pada beberapa dekade ke depan.







Faktor yang menyebabkan setiap orang mudah mendapatkan rokok bukan hanya distribusi begitu luas sehingga mencapai pelosok nusantara. Tetapi juga karena harga rokok di Indonesia yang sangat murah. Bahan baku yang dipakai untuk pembuatan rokok sebagian besar berasal dari dalam negeri. Ditambah dengan biaya tenaga kerja yang murah di Indonesia menyebabkan biaya produksi rokok menjadi rendah. Kasarnya, orang termiskin di Indonesia pun dapat menjadi konsumen rokok.







Jadi, apakah wacana pemerintah untuk menaikkan harga rokok adalah solusi terbaik untuk mengurangi tingkat konsumsi rokok di Indonesia?















Ayo kita ber-opini.



[source: youtube.com channel Kamu Harus Tahu : Apa Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Bahaya Rokok - Ayo Beropini #4]

Senin, 24 Oktober 2016

Kebudayaan : Ternate

Oktober 24, 2016 0 Comments

Suku ternate ialah salah satu suku yang berada di Indonesia, lebih tepatnya berada di wilayah Profinsi Maluku Utara. Jumlah penduduk suku ini kurang lebih sebesar 50.000 Jiwa. Ternate adalah salah satu pulau yang terletak di sebelah barat pantai Halmahera dan merupakan salah satu dari deretan pulau-pulau vulkanis yang masih aktif Luas wilayah keseluruhannya adalah 5.681,30 Km2.
Selain berdiam di pulau asalnya, orang Ternate juga berdiam di daerah lain, misalnya di pulau Bacan dan pulau Obi yang termasuk wilayah kabupaten Halmahera Tengah, serta wilayah lain di dalam dan di luar Provinsi Maluku Utara.



Bahasa Ternate

Beragam suku pasti mempunyai ciri khas masing-masing yang membdedakan satu sama lain, misalnya dari segi bahasa. Bahasa yang digunakan masyarakat Ternate adalah bahasa Ternate. Namun ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa bahasa Ternate ini merupakan hasil dari rumpun bahasa yang ada di Halmahera bagian utara. Rumpu bahasa ini adalah bagian dari kelompok bahasa non-Austronesia.

Kebudayaan Suku Ternate 

Suku Ternate terkenal sangat kental akan kebudayaannya, baik itu dalam adat pernikahan, makanan, upacara penyambutan, dan juga kematian.

Contoh adat pernikahan di Suku Ternate : 

A. MEMINANG / KAWIN MINTA (=Lahi se Tafo atau Wosa Lahi)

Lahi se Tafo atau meminang merupakan bentuk perkawinan adat yang sangat populer dan dianggap
paling ideal bagi masyarakat setempat, karena selain berlaku dengan cara terhormat yakni dengan
perencanaan yang telah diatur secara matang dan didahului dengan meminang juga karena dilakukan
menuruti ketentuan yang berlaku umum di masyarakat dan juga dianggap paling sah menurut Hukum
Adat. Pelaksanaan rukun nikah dilakukan menurut syariat Islam dan setelah itu dilaksanakan acara
Makan Adat, Saro-Saro, Joko Kaha, dan disertai dengan acara-acara seremonial lainnya. Sebagian
masyarakat Ternate memandang bahwa semakin megah dan meriah pelaksanaan seremonial sebuah
perkawinan, maka status/strata sosial dalam masyarakat bisa terangkat. 

B. KAWIN SEMBAH (=Wosa Suba)

Bentuk perkawinan Wosa suba ini sebenanrnya merupakan suatu bentuk penyimpangan dari tata cara perkawinan adat dan hanya dapat disahkan dengan terlebih dahulu membayar/melunasi denda yang disebut “Bobango”. Perkawinan ini terjadi karena kemungkinan untuk menempuh cara meminang/wosa lahi sangat sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan karena faktor mas-kawin ataupun ongkos perkawinan yang sangat mahal dsb.

Perkawinan bentuk Wosa Suba ini terdiri atas 3 cara, yakni :

1. Toma Dudu Wosa Ino, Artinya dari luar (rumah) masuk ke dalam untuk menyerahkan diri ke
dalam rumah si gadis, dengan tujuan agar dikawinkan.
2. Toma Daha Wosa Ino, Artinya dari serambi masuk menyerahkan diri ke dalam rumah si gadis agar
bisa dikawinkan.
3. Toma Daha Supu Ino, Artinya dari dalam kamar gadis keluar ke ruang tamu untuk  menyerahkan diri untuk dikawinkan karena si pemuda telah berada terlebih dahulu di dalam rumah tanpa sepengatahuan orang tua si gadis.

Bentuk perkawinan “Wosa Suba” ini sudah jarang dilakukan oleh muda-mudi Ternate saat ini karena mereka menganggap cara yang ditempuh dalam bentuk perkawinan ini kurang terhormat dan menurunkan martabat keluarga pihak laki-laki.
Dan masih banyak lagi adat perkawinan di Suku Ternate.
     
Selain terkenal dengan Adat pernikahannya, Suku Ternate juga terkenal akan makanan khasnya, Berikut ini beberapa contoh makanan khas Suku Ternate :

A. Gohu Ikan

Salah satu masakan khas Ternate adalah gohu ikan. Penyebutannya harus lengkap: gohu ikan. Soalnya, kalau hanya disebut gohu, maka artinya adalah rujak pepaya muda yang juga populer di Sulawesi Utara. Gohu ikan khas Ternate dibuat dari ikan tuna mentah. Tidak heran bila banyak orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate. Daging tuna segar (mentah) dipotong kecil-kecil, dicuci, kemudian dilumuri dengan garam dan perasan lemon cui (semacam jeruk nipis yang harum dan dalamnya berwarna kuning-jingga), kemudian dicampur dengan rajangan kasar daun balakama (kemangi). Bawang merah dan cabe rawit (disebut rica gufu di Ternate) dirajang kasar, lalu ditumis dengan sedikit minyak kelapa. Minyak kelapa panas dengan bawang merah dan cabe rawit ini kemudian dituangkan ke potongan ikan tuna mentah. Kemudian ditaburi kacang tanah goreng yang ditumbuk kasar.

B. Gatang Kenari

Makanan khas Ternate ini dibuat dari Kepiting Kenari yang sekarang sudah masuk kedalam satwa yang dilindung dan jarang ditemukan lagi. Anehnya, masih terjadi ambiguitas untuk menegakkan aturan ini. Konon, demi pariwisata, beberapa restoran di Ternate mendapat izin khusus untuk menyajikan masakan dari kepiting kenari.

C. Popeda

Orang Ternate mempunyai tradisi makan besar setelah usai shalat Jumat. Biasanya, dari masjid orang bergegas pulang untuk berkumpul makan siang bersama keluarga. Sebagian lagi beramai-ramai mendatangi warung-warung makan bersama teman-teman.

Mata Pencaharian Suku Ternate

Image result for Nelayan ternate

Mata pencaharian orang Ternate ialah bertani dan nelayan. Dalam bidang pertanian mereka menanam padi, sayur mayur, kacang-kacangan, ubi kayu, dan ubi jalar. Tanaman keras yang mereka usahakan adalah cengkeh, kelapa dan pala. Cengkeh merupakan tanaman rempah-rempah yang sudah mempunyai sejarah panjang di Ternate. Cengkeh merupakan daya tarik yang mengundang kedatangan bangsa Eropa ke daerah ini. Selain itu, orang-orang Ternate juga dikenal sebagai pelaut-pelaut yang mahir.

Sistem Kekerabatan Ternate

Pada zaman dulu kala, tepatnya zaman kerajaan atau kesultanan Ternate dan Tidore tersiri atas beberapa strata social. Terbagi berdasarkan ketururan tapi tidak menentukan kasta seseorang sehingga tidak bersifat fungsional, diantaranya :

1. Golongan Jou

Yaitu golongan isatana, yang terdiri dari sultan dan keluarganya, sampai tiga turunan satu garis lurus langsung. Sebutan terhadap kedua golongan ini, misalnya: JOU KOLANO (yang mulia sultan), dengan nama kebesaran. Sedangkan sebutan ubtuk Permaisuri Sultan: JO-BOKI (singkatan dari kata JOU MA-BOKI), sebutan untuk anak putra sultan : KAICILI PUTRA, dan BOKI PUTRI (putrid sultan). Keraton kesultanan Ternate adalah tempat tinggal mereka. Golongan Jou memakai penuttup kepala berwarna Putih, hanya dipakai oleh golongan Jou TUALA BUBUDO.

2. Golongan Dano

Yaitu golongan keluarga cucu sultan dan anak anak yang dilahirkan dari Putri Sultan dengan orang dari luar lingkungan istana atau golongan masyarakat biasa, juga termasuk keturunan dari kanak kanak maupun adik kandung sang Sultan. Penutup kepalanya – Pejabat Kesultanan (KAPITA/FABYIRA).

3. Golongan Bala

Golongan ini sering disebut dengan (BALA KUSUSEKANOKANO), yaitu mereka yang berada di luar kedua golongan diatas (raknyat biasa). Penutup kepala khasnya adalah TUALA KURCACI.


Kesenian

Ada 2 jenis kesenian di daerah Ternate, Yaitu Kesenian Istana dan Kesenian Rakyat.Kesenian istana umumnya merupakan kelengkapan adat yang bersifat ritual maupun seremonial.Tarian klasik yang bersifat ritual yaitu Legu – legu.Legu – legu mengandung makna bahwa Legu-Legu mempunyai sifat sakral.Para penari merupakan medium yang masih suci.Kadang ada satu atau lebih penari yang melakukannya gerakan, tidak dalam keadaan sadar/kemasukan roh nenek moyang.Tarian legu-Legu ini hanya dipentaskan pada saat-saat tertentu dengan pertimbangan utamanya harus bersifat ritual dan mempunyai keterkaitan dengan adat keramat keraton.

Alat Musik Daerah Maluku : Tifa merupakan alat musik yang paling terkenal dari Maluku. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya.Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.

Alat musik lainnya yang berasal dari Maluku adalah Toto Buang dan Kulit Bia. Alat musik ini merupakan serangkaian gong-gong yang kecil bentuknya dan biasanya di taruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Sedangkan alat musik Kulit Bia merupakan alat musik tiup yang terbuat dari Kulit Kerang.

Tari Cakalele merupakan nama tarian yang paling populer dan terkenal dari Maluku. Tarian ini menggambarkan Tari perang.Tari ini sering di pentaskan dan di peragakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai).

Nama tarian lain yang berasal dari Maluku adalah tari Saureka-Reka dan tari Katreji.Tari Katreji dimainkan oleh wanita dan pria.Saat memainkan Tarian ini diiringi berbagai alat musikseperti biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar.

Tari Pelangi Maluku Utara merupakan garapan kreasi yang diciptakan dari perpaduan tari tradisional Maluku Utara, yaitu tari soya-soya dan tari cakalele.Garapan kreasi ini menggambarkan kekayaan dan potensi yang dimiliki oleh Maluku Utara, baik dari segi kekayaan alam, seni, maupun kebudayaannya.Pengaruh tari soya-soya begitu kental dalam garapan kreasi ini.

Tarian Soya-soya. Tarian ini berlatarbelakang peristiwa dalam sejarah Ternate, semasa pemerintah Sultan Babullah (1570-1583), yaitu tatkala Sultan Babullah menyerbu benteng Portugis di Kastela (Santo Paolo Pedro) untuk mengambil jenasah ayahnya. Sultan Khairun yang dibunuh secara kejam oleh tentara Portugis di dalam benteng tersebut.Tarian yang bertemakan patriotisme ini diciptakan oleh para seniman kesultanan untuk mengabdikan peristiwa bersejarah tersebut.

by: Ainindianra

Jumat, 16 September 2016

Mengulas : Resensi Film “The Raid : Redemption”

September 16, 2016 0 Comments
1.     Sinopsis

Sekelompok tim SWAT tiba di sebuah blok apartemen yang tidak terurus dengan misi menangkap pemiliknya seorang raja Bandar narkotik bernama Tama (Ray Sahetapy). Apartemen tersebut terbilang sulit untuk dilumpuhkan yaitu dengan memiliki 30 lantai dan rawan karena tidak pernah sama sekali tersentuh oleh aparat keamanan. Hal itu diperparah karena tempat itu juga menjadi sarang para pembunuh, anggota gangster, pemerkosa dan pencuri.
Rama (Iko Uwais), salah satu anggota SWAT tersebut, harus rela meninggalkan isteri yang sedang dalam keadaan hamil dan keluarganya demi menjalankan tugas selaku aparat hukum.
Tim SWAT bergerak pada pagi buta, diam-diam mereka merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Namun, ketika pergerakan mereka terlihat oleh kamera pengintai Tama, penyerangan tersebut terbongkar. Lalu, Tama menginstruksikan anak buahnya untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua akses jalan keluar.
Rama dan pasukannya terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen. Keadaan ini dimanfaatkan Rama untuk memberi perlawanan tiada ampun.

2.     Ulasan
Film ini pernah diputar di berbagai Negara. Termasuk Hollywood. Sebagian besar ide cerita keluar dari Gareth Evans. Evans mengatakan bahwa dia menyukai konsep sebuah bangunan terisolasi yang menawarkan perlindungan kepada penjahat.
Film “The Raid : Redemption” mendapat sikap baik dari para penonton dan kritikus film. Penonton dibuat susah untuk mengedipkan mata saat menonton film ini. Film ini mencampur genre bersama-sama, untuk membawa lebih ke film seni bela diri daripada kesedar murni tindakan.
Adrenalin penonton saat menyaksikan film ini akan terus naik dan tidak akan berhenti sampai menit terakhir. Menurut saya, Evans berhasil memberikan visualisasi pertarungan silat yang memukau dengan para actor kawakan seperti Iko Uwais, Joe Taslim, maupun Donny Alamsyah.
Namun, film ini tidak dianjurkan bagi orang-orang yang menderita lemah jantung dan ‘lemah perut’, khususnya ketika adegan sebauh lampu neon digunakan sebagai senjata.

3.     Evaluasi
Film “The Raid : Redemption” berhasil membuat penonton ‘melek’ tiap waktu. Karena setiap adegan selalu ada pertunjukan pertarungan silat yang ekstrem dan menegangkan sehingga para penonton antusias mengikuti jalannya cerita. Selain itu film ini menuai komentar baik maupun dari luar maupun dalam negeri. Film ini berhasil mendapat banyak pernghargaan, salah satunya penghargaan special dalam ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.
Namun, film ini secara khusus dipertunjukkan hanya untuk orang dewasa, karena dalam film ini hampir disetiap adegannya berunsur kekerasan, maka anak dibawah umur wajib didampingi oleh orang tuanya.

4.     Saran


Cerita yang seru dan tidak membosankan, menjadi salah satu alasan mengapa kita harus menonton film ini. Selain itu, berbagai kejutan adegan ekstrem bahkan suasana horor membuat penonton bertanya-tanya dan penasaran untuk melihat para aktor didalamnya bermain film seni silat. Jadi, film ini layak untuk ditonton.



Dibuat pada tanggal : 19 Mei 2015
Penulis : Ainindia Nurul R
Penasihat : Ibu Yuyu (SMAN 106 JKT)